JOKOWI MENUNJUKKAN KEKUATANNYA DALAM PILPRES 2024

 

JOKOWI MENUNJUKKAN KEKUATANNYA DALAM PILPRES 2024

 

Jelang persiapan Pilpres 2024, sudah ada tiga capres dan cawapres, yaitu Prabowo, Ganjar dan Anies. Hal tersebut merupakan hal yang harus dipilih oleh masyarakat indonesia, Karna nasib bangsa indonesia ada di tangan mereka. Tidak terkecuali bapak Jokowi yang sudah terlihat menunjukkan kendalinya dalam Pilpres 2024 ini, seperti anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka. Yang mencalonkan diri sebagai bacawpres dalam pilpres 2024 ini, Serta sang anak bungsu yang tiba” menjadi ketua umum partai PSI, ini merupakan campur tangan kekuatan Jokowi dalam pilpres tahun ini

Bagaimana bisa Jokowi menggunakan kekuatan nya dalam perhelatan ini? Tentu saja dia sudah menggunakannya, kekuatan Jokowi terletak pada keputusan dia dalam pemilihan presiden nantinya, Jika saja Jokowi sudah condong ke salah satu kubu dalam pemilihan nanti, maka sudah dipastikan bahwa kubu tersebut lah yang memilliki peluang sangat besar menjadi pemenang, sekarang publik menilai bahwa Jokowi sudah menggunakan kekuatannya dalam menyerang partainya sendiri yaitu PDI Perjuangan, yang memperlakukan Jokowi seperti pekerja partai, dengan kekuatan jokowi ia bisa saja berperilaku atau mengeluarkan ultimatum bahwa PDI Perjuangan bukanlah partai yang baik, dan juga ia mendukung anaknya untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden indonesia dalam pemilihan tersebut, jika jokowi terang-terangan dalam mendukung kubu anaknya, sudah jelas bahwa pemenang pilpres 2024 ini adalah kubu Prabowo-Gibran

Namun yang ditakutkan bagi para publik adalah siasat Jokowi yang ingin membangun dinasti kepolitikannya sendiri, banyak juga orang yang menentang bahwa Giban Rakabuming dijadikan bacawapres Prabowo Subianto karna umurnya yang masih terlalu muda yaitu 36 tahun. Masyarakat menaksir bahwa Jokowi lah dalang yang mengubah peraturan untuk mencalonkan diri sebagai kepresidenan yang awalnya sang calon harus berumur 40 tahun keatas, jadi dihapus dan diperbolehkan asal pernah menjadi walikota. Berhubung sang Mahkama Konstitusi adalah adik ipar Jokowi, sudah jelas ada campur tangan keluarga Jokowi dalam keberlangsungan Pilpres kali ini

Dari sisi partai, sudah jelas terlihat bahwa partai yang Jokowi tempati sekarang yaitu PDI Perjuangan tampak panik atas perilaku Jokowi tersebut. Bagaimana tidak, PDIP Perjuangan juga sedang mencalonkan wakilnya dalam Pilpres kali ini yaitu Ganjar Pranowo. Jelas menjadi suatu hal yang perlu di khawatirkan apabila Jokowi tidak mendukung dan mengabaikan paslon dari PDI Perjuangan. Menjadikan sebuah kerugian yang besar terutama PDI Perjuangan adalah partai yang berskala besar di indonesia. Para ahli politik sudah mengirakan bahwa Jokowi akan berkhianat pada PDIP Perjuangan dan akan mendukung kubu Prabowo-Gibran

 Melalui gerakan-gerakannya dan juga perlakuan partai PDIP Perjuangan yang  memperlakukan Jokowi kurang hormat. Seperti contoh nya pada saat pertemuan rapat anggota PDIP Perjuangan, Ketua Umum partai PDI Perjuangan yaitu Megawati Soekarnoputri mengolok-olok Jokowi dengan berkata “pak Jokowi kalau gak ada PDIP juga aduh..... kasihan dah” sambil tertawa. Jokowi merespon hal itu dengan senyuman kekecewaan yang dalam. Senyumnya memerah bagaikan Iblis yang siap menghancurkan siapapun

Dengan perlakuan arogan PDI Perjuangan seperti itu, bukan tidak mungkin partai yang sangat disegani di indonesia itu akan mengalami kekalahan pada pilpres 2024 kali ini. Para ahli juga menilai bahwa hanya dengan kekuatan Jokowi dan sekitarnya, ia dapat menginfluence para rakyat untuk mendukung siapa yang selanjutnya pantas untuk menjadi presiden indonesia. Dengan kata lain sekarang Jokowi bisa menentukan pemenang pilpres kali ini

Jokowi pastinya menggunakan kekuatan yang ia miliki untuk kebaikan negara ini untuk kedepannya, ia tidak ingin proyek dan pekerjaan nya tidak bisa dilanjutkan, terutama dia sudah membangun IKN di kalimantan, pastinya dia akan memilih calon yang tepat untuk penggantinya, Sudah dipastikan ini menjadi suatu kejadian menarik bagi dunia politik indonesia karna saat ini  juga pemilihan presiden banyak diisi dengan angkatan GEN Z sebanyak 37,5% dari data KOMPASTV, tandanya generasi muda yang akan melanjutkan kehidupan bangsa ini menuju program INDONESIA EMAS 2045, Jadi pastinya pemilu ini berlangung sangat seru dan sengit serta lebih inovatif. Siapapun presidennya kita harus mendukung dan tetap mempertahankan kesatuan bangsa ini karna jika kita hidup bersatu dan rukun maka generasi emas Indonesia akan mudah dicapai.

Komentar